Pengertian Algoritma dan Cara Kerjanya

Pengertian Algoritma dan Cara Kerjanya.

Pengertian Algoritma dan Cara Kerjanya​. Algoritma dan flowchart adalah dua konsep yang sangat berhubungan dalam pemrograman. Kedua-duanya digunakan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan dengan cara yang sistematis dan terstruktur. Jadi, sebelum membahas lebih jauh tentang kedua konsep ini, mari kita ketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan algoritma dan flowchart.

Pengertian Algoritma

Algoritma dapat diartikan sebagai langkah-langkah yang ditentukan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Sebuah algoritma haruslah berstruktur, logis, dan jelas agar dapat dipahami oleh siapapun yang membacanya. Salah satu tujuan utama dari sebuah algoritma adalah untuk menghasilkan output tertentu ketika input tertentu di masukkan ke dalamnya.

Cara Kerja Algoritma

Algoritma bekerja dengan mengikuti serangkaian langkah-langkah yang telah ditentukan secara urut. Langkah-langkah ini digunakan untuk mengolah sebuah data atau informasi yang masuk sehingga dihasilkan output yang diinginkan. Dengan adanya algoritma, sebuah permasalahan akan lebih mudah untuk diselesaikan karena langkah-langkahnya sudah tertata secara logis dan jelas.


Apa Itu Algoritma?

​Pengertian Algoritma

Dalam komputer, algoritma adalah serangkaian langkah-langkah yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Kata algoritma berasal dari nama seorang matematikawan dari Abbasid, Abu Ja'far Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi. Al-Khwarizmi adalah seorang ahli matematika dan astronomi Muslim yang hidup pada abad ke-9 Masehi. Ia dikenal sebagai "Bapak Aritmetika", dan juga sebagai penemu aljabar.


Dalam ilmu komputer, sebuah algoritma sering diwakili oleh sebuah flowchart, yang menunjukkan langkah-langkah yang diambil dalam penyelesaian suatu masalah. Sebuah algoritma haruslah tersusun dengan jelas dan tegas, sehingga semua orang yang membacanya dapat mengerti dan menjalankannya.

Algoritma Pemrograman

Algoritma pemrograman adalah sebuah algoritma yang digunakan dalam pemrograman untuk menyelesaikan suatu masalah. Dalam pemrograman, algoritma digunakan untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh sebuah program untuk mencapai sebuah tujuan.

Algoritma pemrograman biasanya diwakili oleh sebuah flowchart, yang menunjukkan langkah-langkah yang diambil dalam penyelesaian suatu masalah. Sebuah algoritma pemrograman haruslah tersusun dengan jelas dan tegas, sehingga semua orang yang membacanya dapat mengerti dan menjalankannya.


Bagaimana Algoritma Bekerja?

​Algoritma pemrograman diartikan sebagai suatu metode atau langkah-langkah tertentu yang digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan cara tertentu. Algoritma dapat dibuat dalam bentuk flowchart atau pseudocode. Terdapat beberapa karakteristik dari sebuah algoritma, yaitu:

  1. Tergantung pada masalah (Problem Dependent)
  2. Dapat dihitung (Countable)
  3. Ada input dan output (There is an input and an output)
  4. Definisi yang jelas (Clear Definition)
  5. Terstruktur (Structured)
  6. Dapat diimplementasikan (Can be Implemented)
  7. Dapat dijalankan (Can be Run)
  8. Dapat diujicobakan (Can be Tested)
  9. Determinis (Deterministic)
  10. Efisien (Efficient)


Bekerja dengan algoritma, baik itu dalam pemrograman maupun perhitungan lainnya, adalah seperti membuat peta untuk menuju sebuah tempat. Kita mulai dari titik A, lalu menempuh jalan tertentu hingga sampai ke titik B. Perbedaan algoritma dan perhitungan biasa, adalah ketika kita membuat sebuah algoritma kita bukan hanya membuat peta dari titik A ke titik B, tapi juga menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan di setiap fork road atau titik T. Dengan demikian, algoritma mempunyai beberapa komponen, yaitu:

1. Input (titik A)

2. Proses (jalan yang akan ditempuh)

3. Output (titik B)


Semua algoritma memiliki komponen input dan output, namun tidak semua memiliki komponen proses. Ada beberapa algoritma yang secara otomatis menentukan langkah-langkah tertentu yang akan dilakukan, seperti algoritma pencarian di Google. Sementara itu, ada pula algoritma yang membutuhkan komponen proses, seperti algoritma pencarian binari (binary search algorithm). Komponen proses sangat penting ketika kita ingin menyelesaikan suatu permasalahan dengan cara tertentu, seperti mencari nilai terbesar atau terkecil dalam sebuah data. Untuk lebih memahami bagaimana algoritma bekerja, mari kita lihat contoh algoritma sederhana berikut ini:

Contoh 1: Mencari nilai terkecil dalam sebuah data

INPUT: 10, 5, 15, 20, 25

PROSES: Mulai dari data pertama (10), bandingkan dengan data selanjutnya, kemudian data selanjutnya, dan seterusnya hingga akhir data


OUTPUT: 5

Langkah-langkah dalam algoritma di atas adalah sebagai berikut:

  1. Baca data 10, 5, 15, 20, 25
  2. Bandingkan data 10 dengan 5, 10 < 5 maka 5 lah nilai terkecil
  3. Bandingkan data 10 dengan 15, 10 < 15 maka 10 lah nilai terkecil
  4. Bandingkan data 10 dengan 20, 10 < 20 maka 10 lah nilai terkecil
  5. Bandingkan data 10 dengan 25, 10 < 25 maka 10 lah nilai terkecil
  6. Output nilai terkecil adalah 5


Sebagai catatan, langkah-langkah di atas merupakan langkah-langkah dalam algoritma secara umum. Dalam pemrograman, biasanya ada beberapa bentuk algoritma yang digunakan, seperti:

  1. Algoritma pencarian (Searching Algorithm)
  2. Algoritma sorting (Sorting Algorithm)
  3. Algoritma patahan (Brute Force Algorithm)
  4. Algoritma greedy (Greedy Algorithm)
  5. Algoritma dinamis (Dynamic Algorithm)
  6. Algoritma backtracking (Backtracking Algorithm)
  7. Algoritma Divide and Conquer (Divide and Conquer Algorithm)
  8. Algoritma transformasi string (String Transformation Algorithm)


Manfaat Algoritma

​Algoritma adalah suatu rangkaian langkah-langkah yang digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Dalam komputer, algoritma diimplementasikan sebagai sebuah program. Algoritma dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti matematika, ilmu komputer, ekonomi, psikologi, sosiologi, dan lain sebagainya.

Dalam dunia komputer, ada berbagai macam algoritma yang digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Misalnya, algoritma pencarian (searching algorithm) digunakan untuk mencari sebuah data atau informasi dalam sebuah basis data. Algoritma sorting (sorting algorithm) digunakan untuk mengurutkan sebuah data. Algoritma pemrograman (programming algorithm) digunakan untuk membuat sebuah program komputer.

Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan algoritma. Manfaat utama dari algoritma adalah mempermudah dan mempercepat sebuah proses penyelesaian suatu permasalahan. Algoritma juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan sebuah proses agar dapat berjalan dengan lebih baik dan efisien.

Algoritma juga dapat digunakan untuk menyeimbangkan suatu sistem. Misalnya, algoritma penjadwalan (scheduling algorithm) digunakan untuk menjadwalkan suatu kegiatan agar dapat dilakukan secara efisien dan terencana. Algoritma ini sering digunakan dalam pengelolaan resources (seperti CPU, memory, dan lain sebagainya) agar dapat dioptimalkan.

Dengan menggunakan algoritma, suatu proses yang berlangsung secara manual dapat diotomatisasi. Misalnya, algoritma crawling (crawling algorithm) digunakan untuk mengumpulkan data dari internet secara otomatis. Algoritma ini sering digunakan oleh mesin pencari (search engine) seperti Google untuk mengindeks seluruh halaman website di internet.

Algoritma juga dapat digunakan untuk mendeteksi suatu anomali atau kejadian tidak biasa (anomaly detection). Misalnya, algoritma deteksi intrusi (intrusion detection) digunakan untuk mendeteksi aksi penyusupan atau aksi yang tidak sesuai dengan pola normal (anomalous). Algoritma ini sering digunakan dalam bidang keamanan komputer untuk mengamankan sebuah sistem dari serangan peretas.

Berikut ini adalah beberapa manfaat lain yang dapat diperoleh dengan menggunakan algoritma:

  • Algoritma dapat digunakan untuk memprediksi suatu kejadian atau peristiwa di masa depan (prediction).
  • Algoritma dapat digunakan untuk melakukan suatu analisis secara otomatis (analysis).
  • Algoritma dapat digunakan untuk mengontrol sebuah sistem secara otomatis (control).
  • Algoritma dapat digunakan untuk memberikan rekomendasi kepada pengguna (recommendation).


Bagaimana Algoritma Diterjemahkan Menjadi Kode?

​Algoritma pemrograman adalah sebuah metode atau teknik untuk menyelesaikan sebuah masalah secara logis dan efektif. Pengertian algoritma pemrograman juga dapat didefinisikan sebagai sebuah langkah-langkah sistematis yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan pengertian dari algoritma itu sendiri adalah sebuah urutan langkah-langkah yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah masalah.

Algoritma pemrograman diterjemahkan menjadi kode dengan menggunakan bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk membuat sebuah program komputer. Bahasa pemrograman memiliki aturan-aturan yang berbeda-beda untuk setiap bahasanya, seperti yang akan kita bahas selanjutnya.

Pada dasarnya, bahasa pemrograman adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk memberitahu komputer apa yang harus dilakukan. Komputer tidak akan mengerti apa yang kita maksud jika kita menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris biasa, oleh karena itu kita perlu menggunakan bahasa pemrograman.

Dalam bahasa pemrograman, setiap perintah yang diberikan kepada komputer akan diterjemahkan ke dalam sebuah kode. Kode ini kemudian akan diterjemahkan oleh komputer menjadi sebuah aksi nyata, seperti menampilkan sebuah teks di layar, menggerakkan sebuah objek, atau melakukan sebuah perhitungan matematika.

Dalam bahasa pemrograman, setiap perintah yang diberikan kepada komputer akan diterjemahkan ke dalam sebuah kode. Kode ini kemudian akan diterjemahkan oleh komputer menjadi sebuah aksi nyata, seperti menampilkan sebuah teks di layar, menggerakkan sebuah objek, atau melakukan sebuah perhitungan matematika.

Kode ini kemudian akan diterjemahkan oleh komputer menjadi sebuah aksi nyata, seperti menampilkan sebuah teks di layar, menggerakkan sebuah objek, atau melakukan sebuah perhitungan matematika.


Algoritma Terstruktur

​Algoritma Terstruktur (Algoritma)

Pengertian algoritma pemrograman adalah sebuah urutan langkah-langkah yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah masalah. Algoritma biasanya dibuat dalam bentuk flowchart atau pseudocode.

Algoritma pemrograman dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

1. Sebuah masalah yang akan diselesaikan

2. Input (masukan)

3. Output (keluaran)

4. Langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah


Yang dimaksud dengan algoritma adalah sebuah urutan langkah-langkah yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah masalah. Algoritma biasanya dibuat dalam bentuk flowchart atau pseudocode. Pseudocode adalah sebuah rangkaian instruksi yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan menggunakan bahasa pemrograman tertentu. Flowchart adalah sebuah diagram yang menunjukkan aliran logika dari sebuah program.

Pengertian algoritma dan flowchart sangatlah penting dalam pemrograman komputer, karena seluruh program yang dibuat berdasarkan algoritma dan flowchart. Tanpa adanya algoritma dan flowchart, seorang programmer akan kesulitan untuk membuat sebuah program.


Algoritma Rekursif

​Algoritma rekursif adalah sebuah algoritma di mana sebuah fungsi mencoba untuk menyelesaikan suatu masalah dengan memanggil dirinya sendiri secara berulang-ulang. Fungsi ini akan terus-menerus memanggil dirinya sendiri sampai sebuah kondisi base case terpenuhi. Kondisi ini digunakan untuk menentukan apakah suatu fungsi telah mencapai tujuannya atau tidak. Pada algoritma rekursif, sebuah fungsi harus memiliki dua kondisi, yaitu kondisi rekursif dan kondisi base case. Kondisi rekursif adalah kondisi di mana sebuah fungsi mencoba untuk menyelesaikan suatu masalah dengan memanggil dirinya sendiri secara berulang-ulang. Kondisi base case adalah kondisi di mana sebuah fungsi akan berhenti berrekursi dan mengembalikan nilai.

Pseudocode untuk algoritma rekursif mirip dengan pseudocode untuk algoritma iteratif, dengan beberapa perbedaan kecil. Pada algoritma rekursif, selain mendefinisikan fungsi, juga didefinisikan kondisi base casenya. Selain itu, setelah fungsi dipanggil, kondisi base case diperiksa terlebih dahulu sebelum fungsi dipanggil kembali.

Sebagai ilustrasi, misalkan kita ingin mencari bilangan faktorial dari suatu bilangan. Faktorial dari suatu bilangan adalah hasil perkalian bilangan tersebut dengan bilangan-bilangan di bawahnya sampai dengan bilangan 1. Untuk bilangan 5, faktorialnya adalah 5x4x3x2x1=120. Pseudocode untuk algoritma rekursif pencarian faktorial dari suatu bilangan adalah sebagai berikut:

DEFINE factorial(n)

IF (n = 0) THEN

RETURN 1

ELSE

RETURN n * factorial(n-1)

Algoritma Metode Divide and Conquer

​Algoritma metode divide and conquer yaitu suatu algoritma yang mengoptimalkan fungsi fungsi dasar rekursif dengan cara membagi suatu problem dalam bentuk problem-problem yang lebih kecil. Algoritma ini sering dipakai untuk problem-problem yang melibatkan pencarian, sorting, dan struktur data lainnya. Penggunaan teknik Divide and Conquer dalam pemrograman sangatlah banyak, seperti dalam hal Quick Sort, Merge Sort, Binary Search, dan lain sebagainya.


Jelaskan pengertian algoritma dan flowchart

Algoritma berasal dari kata algorithmus yang berarti urutan langkah. Sedangkan pengertian flowchart adalah diagram yang menunjukkan aliran program dari Awal sampai akhir. Teknik membuat flowchart yaitu dengan menggambarkan tiap-tiap proses dalam sebuah program dengan simbol-simbol tertentu dan memberi hubungan antara simbol-simbol tersebut berdasarkan urutan program tersebut.


Jelaskan definisi dari algoritma

Definisi Algoritma Menurut Para Ahli – Algoritma adalah suatu serangkaian langkah logis untuk menyelesaikan suatu masalah. Batasan masalah yang dimaksud adalah semua kondisi masukan dan keluaran yang ditentukan oleh si pembuat algoritma. Untuk itu seorang ahli pemrograman harus menentukan secara pasti semua kondisi masukan dan keluaran masalah yang akan dipecahkan, agar tidak terjadi kesalahan dalam algoritma yang akan dibuatnya. Kata logis maksudnya adalah secara berurutan, apa yang harus dilakukan pertama, kedua, ketiga, dst. Dari arti di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu algoritma haruslah:

1. Determinis (hasilnya selalu sama untuk masukan yang sama)

2. Terminating (mempunyai ukuran yang spesifik dan tidak berkesinambungan)

3. Unambiguous (langkah-langkahnya jelas agar tidak terjadi ambiguitas)

4. General (bisa digunakan untuk semua kasus)

5. Finite ( finite state machine )

6. Independent (dalam proses pembuatannya tidak tergantung pada siapapun)


Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa sebuah algoritma haruslah:

- Determinis artinya hasilnya selalu sama untuk masukan yang sama.

- Terminating artinya mempunyai ukuran yang spesifik dan tidak berkesinambungan. Jika suatu algoritma tidak mempunyai kondisi berhenti, maka akan berjalan terus tanpa henti dan tidak akan pernah selesai (non terminating).

- Unambiguous artinya langkah-langkahnya jelas agar tidak terjadi ambiguitas. Ambiguitas diartikan sebagai suatu hal yang tidak jelas atau sering menimbulkan pertanyaan. Jadi seorang ahli pemrograman harus menentukan secara rinci setiap langkah agar tidak menimbulkan pertanyaan lain kepada siapapun.

- General artinya bisa digunakan untuk semua kasus. Jadi seorang ahli pemrograman harus menentukan secara rinci bagaimana masalah tersebut bisa dialami oleh orang lain serta bagaimana cara menyelesaikannya dengan cara yang sederhana.

- Finite artinya algoritma harus mempunyai jumlah state yang spesifik. Jadi tidak boleh ada state yang berkesinambungan atau tanpa henti.

- Independent artinya algoritma tidak boleh bergantung kepada siapapun. Meskipun algoritma itu sendiri tidak bisa berdiri sendiri, tetapi ahli pemrograman harus menentukan apakah orang lain akan mampu mengikuti langkah-langkah dalam algoritma tersebut atau tidak.


Jelaskan definisi algoritma

Algoritma dapat diartikan sebagai suatu rangkaian langkah logis yang dirancang untuk menyelesaikan suatu permasalahan tertentu. Kata logis di sini berarti apa yang harus dilakukan secara berurutan dan tiap langkah saling berhubungan satu sama lainnya. Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa sebuah algoritma haruslah:

- Determinis artinya hasilnya selalu sama untuk masukkan yang sama.

- Terminating artinya mempunyai ukuran yang spesifik dan tidak berkesinambungan. Jika suatu algoritma tidak mempunyai kondisi berhenti, maka akan berjalan terus tanpa henti dan tidak akan pernah selesai (non terminating).

- Unambiguous artinya langkah-langkahnya jelas agar tidak terjadi ambiguitas. Ambiguitas diartikan sebagai suatu hal yang tidak jelas atau sering menimbulkan pertanyaan. Jadi seorang ahli pemrograman harus menentukan secara rinci setiap langkah agar tidak menimbulkan pertanyaan lain kepada siapapun.

- General artinya bisa digunakan untuk semua kasus. Jadi seorang ahli pemrograman harus menentukan secara rinci bagaimana masalah tersebut bisa dialami oleh orang lain serta bagaimana cara menyelesaikannya dengan cara yang sederhana.

- Finite artinya algoritma harus mempunyai jumlah state yang spesifik. Jadi tidak boleh ada state yang berkesinambungan atau tanpa henti.

- Independent artinya algoritma tidak boleh bergantung kepada siapapun. Meskipun algoritma itu sendiri tidak bisa berdiri sendiri, tetapi ahli pemrograman harus menentukan apakah orang lain akan mampu mengikuti langkah-langkah dalam algoritma tersebut atau tidak.


Teknik Penyelesaian masalah dengan Algoritma

​Algoritma adalah sebuah langkah-langkah sistematis untuk menyelesaikan sebuah masalah. Pengertiannya yang luas mencakup seluruh bidang ilmu, termasuk matematika, fisika, statistik, komputer dan lain-lain. Konsep algoritma ditemukan oleh Muḥammad ibn Mūsā al-Khwārizmī, seorang ahli matematika asal Uzbekistan. Ia menggunakan istilah algoritma dalam buku ilmiahnya Kitab al-jabr wa'l-muqabalah (The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing), yang diterbitkan pada tahun 820 Masehi.

Dalam ilmu komputer, istilah algoritma digunakan untuk merujuk pada sebuah rangkaian langkah-langkah yang ditentukan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu. Algoritma dalam komputer tidaklah sesederhana algoritma yang diciptakan untuk menyelesaikan masalah di bidang lain, karena sebuah algoritma komputer harus dapat dieksekusi oleh komputer dengan sebuah bahasa pemrograman tertentu.

Pada dasarnya, sebuah algoritma komputer terdiri dari sebuah urutan langkah-langkah yang akan menghasilkan sebuah output tertentu jika dijalankan dengan input tertentu. Proses eksekusi algoritma ini dinamakan sebagai sebuah program komputer. Seorang programmer akan menulis sebuah program komputer berdasarkan sebuah algoritma tertentu untuk membuat sebuah aplikasi atau software tertentu.

Beberapa contoh algoritma komputer yang sering digunakan adalah algoritma pencarian, algoritma sorting, algoritma aritmatika, dan lain-lain. Penggunaan algoritma dalam komputer sangatlah penting, karena algoritma akan membantu seorang programmer untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan cara yang lebih efisien dan efektif.

Algoritma pencarian adalah sebuah algoritma yang digunakan untuk mencari sebuah data atau elemen tertentu dalam sebuah array atau daftar. Algoritma pencarian berguna untuk mencari sebuah data dengan cepat, karena dengan menggunakan algoritma pencarian, kita tidak perlu melakukan pencarian secara manual satu per satu. Beberapa algoritma pencarian yang sering digunakan adalah algoritma pencarian linear (sequential search) dan algoritma pencarian biner (binary search).

Algoritma sorting adalah sebuah algoritma yang digunakan untuk mengurutkan sebuah array atau daftar. Sorting sangatlah penting dalam komputer, karena dengan menggunakan algoritma sorting, data dapat diurutkan dengan cepat dan efisien. Beberapa algoritma sorting yang sering digunakan adalah algoritma Bubble Sort, Selection Sort, Insertion Sort, dan Quick Sort.

Algoritma aritmatika adalah sebuah algoritma yang digunakan untuk melakukan operasi aritmatika, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Algoritma aritmatika sangatlah penting dalam bidang matematika dan komputer, karena operasi aritmatika adalah operasi dasar yang sering digunakan dalam komputer. Beberapa algoritma aritmatika yang sering digunakan adalah algoritma penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.


Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Algoritma

​Algoritma adalah sebuah langkah demi langkah yang dibuat untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Algoritma pemrograman adalah suatu algoritma yang digunakan dalam pemrograman untuk menyelesaikan sebuah permasalahan dengan menggunakan komputer. Pengertian algoritma pemrograman sangatlah luas, sehingga akan sulit untuk membahasnya secara lengkap dalam satu blog post. Di bawah ini akan dibahas beberapa keuntungan dan kerugian dari menggunakan algoritma dalam pemrograman.

Keuntungan dari menggunakan algoritma dalam pemrograman adalah algoritma dapat memberikan solusi yang lebih baik dari pada sebuah program tanpa algoritma. Algoritma juga dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Hal ini dapat dicapai dengan mengikuti langkah demi langkah yang telah ditentukan dalam sebuah algoritma. Selain itu, algoritma juga dapat membantu untuk mengurangi kompleksitas sebuah permasalahan, sehingga akan lebih mudah untuk mencari solusinya.

Salah satu kelemahan dari menggunakan algoritma adalah algoritma tidak selalu memberikan solusi yang terbaik. Hal ini dikarenakan adanya batasan-batasan yang ditentukan dalam sebuah algoritma. Batasan-batasan tersebut dapat menyebabkan algoritma tidak dapat mencari solusi yang terbaik dalam sebuah permasalahan. Selain itu, algoritma juga seringkali membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Hal ini dikarenakan harus mengikuti langkah demi langkah yang telah ditentukan, sehingga dibutuhkan waktu yang lebih lama.


Kesimpulan

​Algoritma adalah sebuah langkah-langkah yang ditentukan untuk menyelesaikan sebuah masalah. Pengertian algoritma pemrograman adalah sebuah langkah-langkah yang ditentukan untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan menggunakan sebuah bahasa pemrograman. Jadi, algoritma pemrograman adalah sebuah langkah-langkah yang ditentukan untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan menggunakan sebuah bahasa pemrograman. Kesimpulannya, algoritma adalah sebuah langkah-langkah yang ditentukan untuk menyelesaikan sebuah masalah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak